<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<!-- generator="wordpress/2.3.3" -->
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	>

<channel>
	<title>trendbisnis</title>
	<link>http://bisnis12.orangbiasa.com</link>
	<description>Just another Orangbiasa.com weblog</description>
	<pubDate>Thu, 24 Apr 2008 03:27:09 +0000</pubDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.3.3</generator>
	<language>en</language>
			<item>
		<title>Interview Pekerjaan</title>
		<link>http://bisnis12.orangbiasa.com/2008/04/23/interview-pekerjaan/</link>
		<comments>http://bisnis12.orangbiasa.com/2008/04/23/interview-pekerjaan/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 24 Apr 2008 03:27:09 +0000</pubDate>
		<dc:creator>bisnis12</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://bisnis12.orangbiasa.com/2008/04/23/interview-pekerjaan/</guid>
		<description><![CDATA[Sebelum menghadiri wawancara / interview pekerjaan, sebaiknya kita mencari tahu terlebih dahulu seluk beluk perusahaan yang bersangkutan. Pada umumnya perusahaan-perusahaan mempunyai brosur yang dapat memberikan gambaran jelas mengenai perusahaan tersebut. Dapatkanlah materi tersebut atau hadiri presentasi perusahaan-perusahaan yang diadakan di kampus dan simak isinya dengan baik. 
Tujuan wawancara adalah saling tukar informasi yang diperlukan oleh [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Sebelum menghadiri wawancara / interview pekerjaan, sebaiknya kita mencari tahu terlebih dahulu seluk beluk perusahaan yang bersangkutan. Pada umumnya perusahaan-perusahaan mempunyai brosur yang dapat memberikan gambaran jelas mengenai perusahaan tersebut. Dapatkanlah materi tersebut atau hadiri presentasi perusahaan-perusahaan yang diadakan di kampus dan simak isinya dengan baik.<br />
Tujuan wawancara adalah saling tukar informasi yang diperlukan oleh pihak perusahaan dan pelamar mengenai kpekerjaan yang dilamar atau ditawarkan dan hal-hal lain yang relevan. Pewawancara ingin mengetahui kita lebih dari apa yang tertera dalam data pribadi kita yang tertulis. Bagaimana motivasi kita ? Apakah tujuan karir? Apakah kita dapat bekerja dalam tekanan yang mungkin timbul dalam pekerjaan tersebut ? Apakah nilai akademis kita mencerminkan diri kita ? dan lain sebagainya. Usahakan setenang mungkin dalam menjawab pertanyaan-pertanyaan dan memberikan keterangan sehingga informasi yang diberikan akan teratur dan terarah<br />
Ketika sedang interview , kita bukan sedang di-interogasi. Wawancara harus berjalan dua arah. Gunakanlah saat wawancara untuk mendapatkan informasi yang kita ingin ketahui sebanyaj mungkin, sehingga kita bisa mendapatkan gambaran mengenai perusahaan, pekerjaan, karir, gaji dan tunjangan serta sistem manajemen secara jelas dan bisa menentukan apakah perusahaan tersebut sesuai dengan apa yang kita inginkan. Apakah ada kesempatan untuk pelatihan dan pengembangan ? Tolak ukur apa yang digunakan untuk promosi dan kenaikan pendapatan ? Apakah perusahaan melakukan promosi dari dalam ? Apakah tugas pekerjaan yang tersedia cukup menantang ? Bagaimana dengan kemungkinan lokasi dan penugasan ke luar kota ? Apakah kita akan bekerja sendiri dalam menhalankan tugas dan tanggung jawab akan bekerja dalam satu tim ? Jenis teknologi apa yang akan digunakan untuk bekerja ? Bagaimana dengan kesempatan untuk rotasi kerja dalam perusahaan ? Jalur karir apa saja yang tersedia dalam perusahaan tersebut ?<br />
Cakupan profesi sarjana teknik industri sangat luas, baik sebagai engineer, perencana, sistem analis , manajer, pengusaha serta bankir serta peneliti staf pengajar. Dan kini alumni teknik industri ITS telah tersebar di dalam dan luar negeri. Bekerja di instansi pemerintahan dan swasta sebagai tenaga ahli teknik, manajerial analis sistem, perencanaan produksi. perbankan, teknologi informasi. dll.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://bisnis12.orangbiasa.com/2008/04/23/interview-pekerjaan/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Cara Menolak Gaji Dalam Wawancara</title>
		<link>http://bisnis12.orangbiasa.com/2008/04/23/cara-meolak-gaji-dalam-wawancara/</link>
		<comments>http://bisnis12.orangbiasa.com/2008/04/23/cara-meolak-gaji-dalam-wawancara/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 24 Apr 2008 03:01:47 +0000</pubDate>
		<dc:creator>bisnis12</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://bisnis12.orangbiasa.com/2008/04/23/cara-meolak-gaji-dalam-wawancara/</guid>
		<description><![CDATA[Menolak Tawaran Gaji, Apa yang Harus Dilakukan?

Dalam proses negosiasi tentang gaji dan paket remunerasi lainnya, seringkali kita merasa tak cocok dengan penawaran yang diberikan. Misalnya tak adanya bonus tahunan, yang sering Anda peroleh di tempat kerja sebelumnya, posisi yang kurang cocok, atau tak adanya uang lembur. Hal-hal yang Anda anggap penting ini akhirnya membawa Anda [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Menolak Tawaran Gaji, Apa yang Harus Dilakukan?</p>
<p>Dalam proses negosiasi tentang gaji dan paket remunerasi lainnya, seringkali kita merasa tak cocok dengan penawaran yang diberikan. Misalnya tak adanya bonus tahunan, yang sering Anda peroleh di tempat kerja sebelumnya, posisi yang kurang cocok, atau tak adanya uang lembur. Hal-hal yang Anda anggap penting ini akhirnya membawa Anda pada sebuah keputusan, yaitu menolak dengan halus penawaran tersebut.</p>
<p>Nah, bagaimana cara terbaik untuk menolak penawaran yang diberikan secara sopan? Apa saja yang harus Anda lakukan agar kedua pihak tak ada yang dirugikan? Tips singkat ini cukup menarik untuk Anda simak.</p>
<p>Jangan Menerima, Lalu Mengundurkan Diri<br />
Satu hal penting yang harus Anda ingat adalah, jangan pernah menerima sebuah penawaran gaji atau pekerjaan, kemudian setelah beberapa waktu Anda mengundurkan diri karena merasa tak cocok. Lebih baik Anda langsung menolaknya, dan biarkan kandidat lain mengisi posisi tersebut. Ketika Anda menerima penawaran yang diberikan, lalu memutuskan untuk mengundurkan diri, akan memberikan impresi yang negatif terhadap diri Anda, yaitu kurang profesional.</p>
<p>Memutuskan Dengan Cepat<br />
Putuskan secara cepat setiap penawaran gaji, atau posisi tertentu yang ditawarkan kepada Anda. Katakan secara halus, bahwa Anda belum merasa cocok dengan penawaran yang diberikan. Keputusan yang cepat, tidak menunda-nunda hingga beberapa hari, akan menunjukan bahwa Anda seorang yang profesional. Kalaupun Anda menunda memberikan jawaban, katakan kapan Anda akan memberikan keputusan.</p>
<p>Berikan Pernyataan Tertulis<br />
Jika kondisi memungkinkan, setelah Anda memberikan penolakan, segera kirimkan surat penolakan dan permohonan maaf kepada perusahaan yang bersangkutan, kemudian ucapkan terima kasih atas penawaran yang telah diberikan kepada Anda. Anda tak perlu detail menginformasikan alasan mengapa Anda menolak, tetapi katakan saja secara netral bahwa Anda belum bisa menerima penawaran tersebut pada saat ini.</p>
<p>Ciptakan Kesan yang Baik dan Profesional<br />
Perlu diingat, bahwa sekalipun Anda menolak penawaran yang diberikan, namun Anda harus tetap menciptakan kesan yang baik dan profesional, sehingga akan memberikan nilai plus kepada Anda. Siapa tahu, di masa depan, untuk mengisi posisi lain yang lebih cocok dengan kualifikasi yang Anda miliki, maka Anda adalah orang pertama yang dihubungi.</p>
<p>Ketika Gaji Tak Sesuai Harapan</p>
<p>Proses seleksi penerimaan karyawan yang melelahkan telah Anda lalui. Kini, tibalah saatnya Anda sampai pada tahap negosiasi gaji. Bagi banyak orang, tahap ini dirasakan cukup sulit, karena jika salah melakukan negosiasi, maka akan menyesal di kemudian hari. Lalu, bagaimana seandainya gaji yang diminta tak disetujui oleh pihak perusahaan? Apa alternatif lain yang harus Anda lakukan saat negosiasi berlangsung?</p>
<p>Ada lima alternatif yang dapat Anda jadikan referensi ketika gaji yang Anda minta tak disetujui oleh perusahaan tempat Anda melamar.</p>
<p>1. Meminta Bonus Tambahan<br />
Gaji yang ditawarkan pihak perusahaan tak sesuai harapan Anda? Apakah Anda terpaksa menerimanya, karena sedang membutuhkan pekerjaan? Jangan khawatir. Ketika hal tersebut terjadi pada Anda, cobalah untuk menanyakan benefit tambahan selain gaji, misalnya bonus tahunan atau meminta di-review kembali gaji yang ditawarkan setelah enam bulan bekerja. Tentu saja dengan melihat prestasi yang telah Anda tunjukan.</p>
<p>2. Kesempatan Cuti dengan Bayaran<br />
Alternatif kedua adalah meminta kesempatan cuti dengan bayaran. Banyak perusahaan yang memberikan benefit ini kepada karyawannya. Cobalah Anda meminta alternatif ini. Bagi banyak perusahaan, memberikan cuti dengan bayaran kepada karyawan, dirasakan lebih murah daripada menaikan gaji Anda secara permanen.</p>
<p>3. Bekerja dari Rumah<br />
Untuk perusahaan-perusahaan berbasis teknologi, di mana banyak karyawannya yang bekerja secara mobile, bekerja dari rumah pada kesempatan tertentu merupakan hal yang wajar. Nah, alternatif ini dapat Anda tanyakan saat proses negosiasi gaji berlangsung. Misalnya, meminta untuk dapat bekerja dari rumah setiap hari Jumat. Namun, tidak semua perusahaan menerapkan kebijakan ini. Untuk itu, maka berhati-hatilah ketika menanyakan alternatif ini.</p>
<p>4. Biaya Transportasi &amp; Akomodasi<br />
Jika Anda ditempatkan di luar kota, maka alternatif ini layak diperhitungkan. Anda harus mempertanyakan juga masalah biaya transportasi dan akomodasi untuk Anda dan keluarga ke kota tujuan yang baru. Hampir semua perusahaan yang memiliki banyak cabang di luar kota memberikan fasilitas ini kepada karyawannya. Jangan sampai semua biaya dadakan ini akan ditanggung oleh Anda sendiri.</p>
<p>5. Meminta Jabatan Tertentu<br />
Seandainya gaji yang diberikan tak sesuai harapan, Anda dapat mempertanyakan benefit ini. Misalnya, dengan meminta jabatan yang Anda anggap lebih prestise, seperti posisi &#8220;Account Manager&#8221; daripada &#8220;Account Executive&#8221;. Banyak perusahaan yang tak mempersoalkan masalah pemberian nama jabatan untuk karyawannya. Jadi, sekalipun Anda tak mendapatkan gaji sesuai permintaan, tetapi dengan jabatan baru ini akan membuat resume Anda menjadi lebih impresif.</p>
<p>Hal penting lainnya, selain lima alternatif di atas adalah: jangan lupa untuk meminta semua hasil negosiasi tersebut dalam bentuk kontrak tertulis. Dengan adanya kontrak tertulis tentang hasil negosiasi yang telah Anda lakukan, maka hak dan kewajiban dari kedua pihak akan semakin jelas dan transparan. Posisi tawar Anda pun akan semakin kuat seandainya ada masalah di kemudian hari. Selamat mencoba! </p>
<p>Cara Bijak Negosiasi Gaji</p>
<p>Selamat, Anda telah sukses melewati beberapa proses seleksi di perusahaan idaman Anda. Sekarang saatnya melakukan negosiasi gaji. Apa saja yang harus Anda lakukan, dan yang tak boleh dilakukan saat negosiasi berlangsung? Nah, Randall S. Hansen, Ph.D., pendiri situs Quintessential Careers, mengungkapkan beberapa hal yang harus Anda perhatikan saat melakukan negosiasi gaji.</p>
<p>Yang Harus Dilakukan<br />
•	Pastikan, Anda telah melakukan serangkaian riset tentang kisaran gaji yang diharapkan pada posisi yang telah Anda lamar. Banyak cara yang dapat Anda gunakan, salah satunya adalah menanyakan kepada rekan Anda yang menduduki posisi yang sama di perusahaan lain.<br />
•	Menyadari semua kekuatan dan pengalaman Anda, dan jangan lupa untuk menunjukan skill Anda, dan manfaatnya bagi perusahaan yang akan meng-hire Anda.<br />
•	Biarkan pihak perusahaan yang menawarkan nilai gaji kepada Anda terlebih dahulu. Jika memungkinkan, katakan besarnya gaji yang Anda harapkan dengan mempertimbangkan pengalaman dan skill yang telah Anda miliki.<br />
•	Ungkapkan rasa terima kasih Anda ketika mendapatkan penawaran gaji dari pihak perusahaan. Namun, jangan mencoba untuk langsung bernegosiasi pada saat itu juga. Katakan Anda membutuhkan waktu untuk memikirkan penawaran yang telah diberikan.<br />
•	Jika Anda tak mendapatkan jumlah gaji yang diinginkan, maka cobalah untuk menanyakan tentang benefit lain seperti bonus tahunan, asuransi kesehatan, insentif, dan sebagainya. </p>
<p>Tak Boleh Dilakukan<br />
•	Jangan mengajukan besaran gaji yang diminta sebelum disebutkan oleh pihak perusahaan. Setelah angkanya Anda ketahui, katakan bahwa Anda membutuhkan waktu untuk mempertimbangkan penawaran tersebut.<br />
•	Jangan pernah menaikan secara drastis jumlah gaji Anda saat ini, hanya untuk mendapatkan penawaran gaji yang lebih tinggi.<br />
•	Jangan menerima secara langsung penawaran gaji yang diberikan saat negosiasi, atau melakukan negosiasi secara langsung ketika gaji yang ditawarkan tak sesuai harapan. Berikan penundaan untuk menaikan daya jual Anda.<br />
•	Jangan melakukan negosiasi gaji secara agresif dan berlebihan, hanya untuk memuaskan ego Anda, atau semacam permainan untung-untungan.<br />
•	Jangan hanya fokus pada jumlah gaji yang diinginkan, tanpa mempertimbangkan benefit lain secara keseluruhan, seperti bonus tahunan, asuransi kesehatan, atau insentif.<br />
•	Jika Anda belum yakin dengan jenis pekerjaan atau reputasi dari perusahaan yang Anda lamar, maka hindari untuk langsung menerima penawaran gaji yang diberikan. Pertimbangkan dengan matang semua keputusan yang Anda lakukan. </p>
<p>Semua keputusan yang akan Anda ambil memiliki resiko. Untuk itulah, pertimbangkanlah dengan matang setiap langkah yang akan Anda ambil, agar tak menyesal di kemudian hari. </p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://bisnis12.orangbiasa.com/2008/04/23/cara-meolak-gaji-dalam-wawancara/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Hello world!</title>
		<link>http://bisnis12.orangbiasa.com/2008/04/21/hello-world/</link>
		<comments>http://bisnis12.orangbiasa.com/2008/04/21/hello-world/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 22 Apr 2008 04:53:08 +0000</pubDate>
		<dc:creator>bisnis12</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false"></guid>
		<description><![CDATA[Welcome to Orangbiasa.com. This is your first post. Edit or delete it, then start blogging!]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Welcome to <a href="http://orangbiasa.com/">Orangbiasa.com</a>. This is your first post. Edit or delete it, then start blogging!</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://bisnis12.orangbiasa.com/2008/04/21/hello-world/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
	</channel>
</rss>

<!-- Dynamic Page Served (once) in 0.836 seconds -->
