Sebelum menghadiri wawancara / interview pekerjaan, sebaiknya kita mencari tahu terlebih dahulu seluk beluk perusahaan yang bersangkutan. Pada umumnya perusahaan-perusahaan mempunyai brosur yang dapat memberikan gambaran jelas mengenai perusahaan tersebut. Dapatkanlah materi tersebut atau hadiri presentasi perusahaan-perusahaan yang diadakan di kampus dan simak isinya dengan baik.
Tujuan wawancara adalah saling tukar informasi yang diperlukan oleh pihak perusahaan dan pelamar mengenai kpekerjaan yang dilamar atau ditawarkan dan hal-hal lain yang relevan. Pewawancara ingin mengetahui kita lebih dari apa yang tertera dalam data pribadi kita yang tertulis. Bagaimana motivasi kita ? Apakah tujuan karir? Apakah kita dapat bekerja dalam tekanan yang mungkin timbul dalam pekerjaan tersebut ? Apakah nilai akademis kita mencerminkan diri kita ? dan lain sebagainya. Usahakan setenang mungkin dalam menjawab pertanyaan-pertanyaan dan memberikan keterangan sehingga informasi yang diberikan akan teratur dan terarah
Ketika sedang interview , kita bukan sedang di-interogasi. Wawancara harus berjalan dua arah. Gunakanlah saat wawancara untuk mendapatkan informasi yang kita ingin ketahui sebanyaj mungkin, sehingga kita bisa mendapatkan gambaran mengenai perusahaan, pekerjaan, karir, gaji dan tunjangan serta sistem manajemen secara jelas dan bisa menentukan apakah perusahaan tersebut sesuai dengan apa yang kita inginkan. Apakah ada kesempatan untuk pelatihan dan pengembangan ? Tolak ukur apa yang digunakan untuk promosi dan kenaikan pendapatan ? Apakah perusahaan melakukan promosi dari dalam ? Apakah tugas pekerjaan yang tersedia cukup menantang ? Bagaimana dengan kemungkinan lokasi dan penugasan ke luar kota ? Apakah kita akan bekerja sendiri dalam menhalankan tugas dan tanggung jawab akan bekerja dalam satu tim ? Jenis teknologi apa yang akan digunakan untuk bekerja ? Bagaimana dengan kesempatan untuk rotasi kerja dalam perusahaan ? Jalur karir apa saja yang tersedia dalam perusahaan tersebut ?
Cakupan profesi sarjana teknik industri sangat luas, baik sebagai engineer, perencana, sistem analis , manajer, pengusaha serta bankir serta peneliti staf pengajar. Dan kini alumni teknik industri ITS telah tersebar di dalam dan luar negeri. Bekerja di instansi pemerintahan dan swasta sebagai tenaga ahli teknik, manajerial analis sistem, perencanaan produksi. perbankan, teknologi informasi. dll.
Author ArchiveMenolak Tawaran Gaji, Apa yang Harus Dilakukan? Dalam proses negosiasi tentang gaji dan paket remunerasi lainnya, seringkali kita merasa tak cocok dengan penawaran yang diberikan. Misalnya tak adanya bonus tahunan, yang sering Anda peroleh di tempat kerja sebelumnya, posisi yang kurang cocok, atau tak adanya uang lembur. Hal-hal yang Anda anggap penting ini akhirnya membawa Anda pada sebuah keputusan, yaitu menolak dengan halus penawaran tersebut. Nah, bagaimana cara terbaik untuk menolak penawaran yang diberikan secara sopan? Apa saja yang harus Anda lakukan agar kedua pihak tak ada yang dirugikan? Tips singkat ini cukup menarik untuk Anda simak. Jangan Menerima, Lalu Mengundurkan Diri Memutuskan Dengan Cepat Berikan Pernyataan Tertulis Ciptakan Kesan yang Baik dan Profesional Ketika Gaji Tak Sesuai Harapan Proses seleksi penerimaan karyawan yang melelahkan telah Anda lalui. Kini, tibalah saatnya Anda sampai pada tahap negosiasi gaji. Bagi banyak orang, tahap ini dirasakan cukup sulit, karena jika salah melakukan negosiasi, maka akan menyesal di kemudian hari. Lalu, bagaimana seandainya gaji yang diminta tak disetujui oleh pihak perusahaan? Apa alternatif lain yang harus Anda lakukan saat negosiasi berlangsung? Ada lima alternatif yang dapat Anda jadikan referensi ketika gaji yang Anda minta tak disetujui oleh perusahaan tempat Anda melamar. 1. Meminta Bonus Tambahan 2. Kesempatan Cuti dengan Bayaran 3. Bekerja dari Rumah 4. Biaya Transportasi & Akomodasi 5. Meminta Jabatan Tertentu Hal penting lainnya, selain lima alternatif di atas adalah: jangan lupa untuk meminta semua hasil negosiasi tersebut dalam bentuk kontrak tertulis. Dengan adanya kontrak tertulis tentang hasil negosiasi yang telah Anda lakukan, maka hak dan kewajiban dari kedua pihak akan semakin jelas dan transparan. Posisi tawar Anda pun akan semakin kuat seandainya ada masalah di kemudian hari. Selamat mencoba! Cara Bijak Negosiasi Gaji Selamat, Anda telah sukses melewati beberapa proses seleksi di perusahaan idaman Anda. Sekarang saatnya melakukan negosiasi gaji. Apa saja yang harus Anda lakukan, dan yang tak boleh dilakukan saat negosiasi berlangsung? Nah, Randall S. Hansen, Ph.D., pendiri situs Quintessential Careers, mengungkapkan beberapa hal yang harus Anda perhatikan saat melakukan negosiasi gaji. Yang Harus Dilakukan Tak Boleh Dilakukan Semua keputusan yang akan Anda ambil memiliki resiko. Untuk itulah, pertimbangkanlah dengan matang setiap langkah yang akan Anda ambil, agar tak menyesal di kemudian hari. Welcome to Orangbiasa.com. This is your first post. Edit or delete it, then start blogging! |

Entries (RSS)